Senin pagi dapat artikel yang menyentuh dari kawan kampus, dan saya fikir patut untuk disebarluaskan untuk memberikan kita semua sesuatu pencerahan yang baru, semoga kita dapat mengambil hikmah dari artikel ini semua.
Selamat menikmati,
Hari ini adalah hari ulang tahun pertama putriku, peri kecilku yang amatku nanti kelahirannya.
Aku sudah mempersiapkannya sejak lama, ku pilih kartu undangan lucu dan menarik untuk mengundang teman-temanku datang, dan aku memilih sebuah restoran cepat saji sebagai tempat untuk merayakannya.
Sore ini tampak cerah..,aku dan keluarga serta beberapa kerabatku datang lebih awal untuk mempersiapkan tempat dan sedikit acara yang akan kami adakan. Beberapa tamu undangan mulai berdatangan sampai pada akhirnya semua tamu telah datang.
Suasana begitu meriah dan ramai di penuhi suara tepuk tangan dan nyanyi, tak kalah ramai nya dengan suara tawa anak-anak dan kegembiraan mereka dengan meloncat dan berlari.. Di tengah kegembiraan itu.tanpa sengaja aku menoleh ke halaman luar lewat dinding kaca.. dan mataku bertumpu pada seorang gadis kecil berpakaian lusuh tanpa alas kaki sedang berdiri terpana. Sepertinya dia juga menikmati kegembiraan kami, sesekali dia menelan air liurnya dan aku menangkap rasa lapar tergambar pada wajahnya yang tirus.
Aku terhenyak melihatnya., aku pandangi kembali wajahnya yang mungil..senyumnya yang polos.. kemudian pandanganku memutar menatap keramaian di sekelilingku., betapa suatu keadaan yang sungguh berbeda.
Terbayang masa kecilku.., ketika aku dan ibuku melintasi sebuah rumah, rumah yang begitu ramai.., banyak anak kecil seusiaku dengan berpakaian bagus bernyanyi dan bertepuk tangan.., tertawa riang.. berloncat-loncat.., sesaat aku berhenti dan terpaku menatapnya, ketika tangan ibuku menarikku.. aku menatap mata ibuku dan bertanya.’itu apa bu.., kenapa banyak anak-anak di sana..?’ Ibu ku menghela nafas..,sambil menatapku ia berkata..’ itu pesta ulang tahun.., anakku.’
‘Ulang tahun.,kapan aku ulang tahun,bu.?’..Mendadak timbul sebersit harapan bahwa suatu saat aku pun akan merasakan kegembiraan pada pesta ulang tahunku. Ibuku berjongkok.., sambil memegang pundakku ia berkata..”setiap tahun pada setiap tanggal kelahiranmu..itulah hari ulang tahun mu nak.., tapi maafkan ibu karena sampai saat ini ibu belum mampu mengadakan pesta untuk ulang tahun mu.’
Aku melihat kesedihan pada raut wajah ibuku. “Ayo nak kita pulang..’ Aku mengikuti langkah ibuku sambil beberapa saat sesekali aku masih menoleh rumah yang ramai itu.., rumah yang ibuku katakan ada pesta ulang tahun., pesta yang ramai.., pesta yang penuh kegembiraan…
Aku melangkah keluar menghampiri gadis kecil itu.., sedikit membungkuk aku menyapanya.. “Hallo adik kecil..”..Gadis kecil itu tersentak dan membalikkan badannya bergegas pergi. AKu memegang pundaknya dan dia tampak ketakutan. “Ayo masuk., kamu mau ikut pesta ulangtahun ini kan?”
Mata beningnya menatapku dengan ragu., aku mengulangi pertanyaanku, “Kamu mau ikut pesta ulang tahun ini kan.?” Ia mengangguk dan aku menggandengnya masuk.
Aku memintanya duduk lalu memberinya satu porsi makanan.Wajah lugunya terlihat gembira tapi mata beningnya seperti menyimpan sesuatu. “Makanlah dik.” dia menatap makanan itu lalu menggelengkan kepalanya.
“Kamu tidak suka makanan itu..?” Ia kembali menggelengkan kepalanya.
“Kenapa.?” “Aku ingat ibu”..,jawabnya
“Aku mau memberi makanan ini untuknya..”
“Ada apa dengan ibumu..?”
“Ibuku sakit., aku tidak tahu apa ibuku akan mempunyai kesempatan untuk bisa makan makanan enak seperti ini.” Dia tertunduk dan dari mata beningnya aku melihat airmatanya mengalir.
Aku tersentak mendengarnya.terbayang olehku saat ibuku terbaring sakit, apapun yang aku sediakan tidak lagi bisa membuatnya berselera untuk makan. Demikian juga seringkali saat aku membayar mahal untuk satu porsi makanan yang aku makan.., terbayang olehku ibu yang duduk di dipan kayu sedang menghitung lembar-lembar uang lusuhnya. Ketika aku hampiri dia berkata.., “maafkan ibu nak,.. karena ibu tidak pernah bisa memberimu makanan yang enak dan bergizi.., mungkin uang ini hanya cukup untuk kita makan beberapa hari saja..”
Setiap kali aku melihat ibu menghitung uang belanjanya yang lusuh.., aku membatin dalam hatiku bahwa jika aku besar nanti aku akan memberi ibu makanan-makanan yang enak dan bergizi. Aku juga ingat..bahwa aku berjanji dalam hati bahwa jika aku besar nanti aku mau membeli sebuah rumah yang nyaman untuk kami tinggal.., mau membeli sebuah mobil dan mengajak ibu jalan-jalan.
Aku berjuang untuk mewujudkan harapanku itu..tapi ternyata aku tak pernah sempat membelikan ibu sebuah rumah yang nyaman apalagi membeli sebuah mobil untuk mengajaknya jalan-jalan.
Aku bekerja apa saja yang penting halal.., aku mencari uang karena ingin bisa kuliah dan bekerja di kantoran.Setamat SMA aku juga bekerja dan malamnya aku kuliah,tidak jarang sepulang kuliah aku belajar dengan penerangan lampu minyak yang redup.
Aku bahkan jarang membelikan ibu makanan enak dan bergizi seperti janjiku waktu aku kecil..karena saat aku belikan ibuku selalu berpesan agar sebaiknya uangku itu ditabung untuk biaya kuliahku. Aku mengikuti sarannya, menabung untuk biaya kuliahku maklumlah gajiku tidak seberapa,tapi ternyata hal ini akhirnya terkadang menjadi sebuah penyesalan karena aku tidak pernah bisa memberinya apa-apa.
Sekarang kehidupanku sudah lebih baik, aku juga sudah mempunyai sebuah mobil, tapi mobil ini tak pernah sempat aku gunakan untuk mengajak ibu jalan-jalan. Setiap aku pergi rekreasi terkadang aku ingat ibu, dalam mobilku tidak pernah ada ibu yang dulu aku bayangkan akan tersenyum gembira jika aku ajak jalan-jalan.
“Tante.” Sapaan gadis kecil itu membuyarkan lamunanku.
“Boleh aku bawa pulang makanan ini.?” Aku mengangguk.
Aku memesan satu porsi lagi dan memberikan padanya, “Ini untuk Ibu mu.”
Bola mata bening gadis kecil itu berbinar..sambil tersenyum ia mengucapkan terimakasih padaku. Dengan menenteng bungkusan makanan, langkah kecilnya berlari menjauh dariku..
Renungan :
Saat kita tertawa gembira dalam pesta..ada begitu banyak sesama kita yang menangis dan kesepian..
Saat kita menyia-nyiakan waktu dan uang sekolah kita..ada begitu banyak sesama kita yang tidak mampu untuk sekolah..
Saat kita membayar mahal untuk satu porsi makanan yang kita makan. Ada begitu banyak sesama kita yang tidak mampu membeli makanan walau hanya sekedar mengganjal rasa lapar.,mungkin uang yang kita keluarkan untuk membayar satu porsi makanan kita sama besar dengan penghasilan mereka satu minggu.
Saat kita mengeluarkan uang untuk membeli sepotong pakaian mahal ada banyak sesama kita yang bahkan tidak mampu membeli pakaian..
Saat kita tidak bersyukur atas pekerjaan yang kita miliki.ada banyak sesama kita yang tidak mempunyai kesempatan untuk bekerja…
Saat kita tidak bersyukur atas kesehatan kita.ada banyak sesama kita yang sakit dan tidak mampu berobat..
Saat kita tidak bersyukur atas tubuh kita yang normal.ada begitu banyak sesama kita yang cacat..
Saat kita kurang bersyukur atas pendamping hidup yang kita miliki atas istri atau suami ada begitu banyak orang yang sampai saat ini masih berjuang untuk bertemu dengan pendamping hidupnya.
Saat kita menyia-nyiakan orantua dan kurang memperhatikannya, Ada begitu banyak anak-anak yang sejak lahir bahkan tidak pernah tahu siapa orangtuanya.
Saat kita menyia-nyiakan anak dan kurang memperhatikannya.ada begitu banyak orang-orang yang tidak pernah bisa melahirkan anak-anaknya.
Jika kita pernah mengalami berbagai-bagai kesulitan dan sekarang kita telah bisa keluar dari kesulitan itu.. hendaklah hal itu membuat kita lebih memahami kesulitan oranglain dan bukan mencemoohnya.Mungkin memang ada banyak orang yang kurang berjuang dari kesulitannya itu tapi ada banyak juga yang sudah berjuang tapi tidak mendapatkan hasil yang maksimal atau mungkin tidak mendapat hasil sama sekali.., karena memang kemampuan tiap orang tidak sama dan kesempatan tiap orang berbeda..
Tuhan menciptakan matahari untuk semua orang.., bukan saja untuk orang kaya tetapi juga untuk orang miskin..,maukah kita menjadi perpanjangan berkat bagi sesama..? Karena dari apa yang Tuhan berikan dan kita terima ada sebagian yang Tuhan ingin kita bagikan kepada mereka.. agar mereka pun dapat juga merasakan hangatnya sinar matahari itu..
galih's qoutes
Of course there is no formula for success except perhaps an unconditional acceptance of life and what it brings
Tampilkan postingan dengan label target. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label target. Tampilkan semua postingan
Kamis, Oktober 14, 2010
Kamis, September 02, 2010
wejangan dari calon mertua
"yang penting sekarang sama-sama untuk penyemangat kuliah . .
sama-sama menyadari kuliah harus DAPAT S1 . .
baru berfikir selanjutnya . .
Insya Alloh dapat ridho orang tua dan Alloh SWT . .
ini syarat dari mama, kan tuk bekal hidup nanti . .
kalau orang tua ingin anak-anaknya mapan, bahagia dan tanggung jawab dunia akhirat . ."
kalimat itu terulang berkali-kali dan berharap untuk selamanya terus terulang di fikiran, hati, dan lisanku.
terima kasih mama atas semangat dan kepercayaannya galih dan nisa akan menjaga dan mewujudkan apa yang mama berikan dan tunjukkan.
sama-sama menyadari kuliah harus DAPAT S1 . .
baru berfikir selanjutnya . .
Insya Alloh dapat ridho orang tua dan Alloh SWT . .
ini syarat dari mama, kan tuk bekal hidup nanti . .
kalau orang tua ingin anak-anaknya mapan, bahagia dan tanggung jawab dunia akhirat . ."
kalimat itu terulang berkali-kali dan berharap untuk selamanya terus terulang di fikiran, hati, dan lisanku.
terima kasih mama atas semangat dan kepercayaannya galih dan nisa akan menjaga dan mewujudkan apa yang mama berikan dan tunjukkan.
Kamis, Juli 29, 2010
Kaum tsamud

assalammu'alaikum wr. wb
apa kabar pembaca yang dengan paksaan atau inisiatif sendiri untuk membuka blog yang dibuat atas dasar ingin membagi ilmu walaupun yang saya punya hanyalah sedikit.
sedang asyik2 menghafal juz 30 untuk target hafalan ramadhan tahun ini, dan hari ini gilirannya surat asy-syams.
samapailah pada ayat ke-11
dan saya berhenti menghafal sejenak untuk mencari cerita tentang kaum tsamud itu.
dan inilah yang saya dapat dari kawan blogger kita di http://ekorisanto.blogspot.com
berikut copyannya :
"Sebagaimana disebutkan dalam Al Qur'an, kaum Tsamud menolak peringatan-peringatan dari Allah sebagaimana dilakukan kaum 'Ad dan sebagai konsekuensinya merekapun dihancurkan. Berdasarkan hasil studi arkeologi dan sejarah terkini banyak hal yang sebelumnya tidak diketahui telah diketemukan, semisal lokasi dimana kaum Tsamud hidup. Perumahan yang mereka buat dan gaya hidup mereka. Tsamud seperti disebutkan dalam Al Qur'an merupakan fakta sejarah yang dibenarkan oleh banyak temuan arkeologis saat ini.
Sebelum lebih jauh melihat temuan arkeologis yang berkaitan dengan kaum Tsamud, sangatlah bermanfaat untuk mempelajari cerita di dalam Al Qur'an serta perjuangan dari kaum ini dengan nabi mereka. Sebagaiman bahwa Al Qur'an adalah kitab yang diperuntukkan untuk sepanjang massa, pengingkaran kaum Tsamud dari peringatan-peringatan yang datang kepada mereka adalah sebuah peristiwa yang memberikan sebuah peringaan kepada semua orang disepanjang massa.
Penyampaian Pesan Nabi Shalih
Di dalam Al Qur'an disebutkan bahwa Nabi Shalih diutus untuk memperingatkan kaum Tsamud. Shalih dikenal dikalangan masyarakat Tsamud. Kaumnya yang tidak mengharapkan ia akan mengumumkan agama yang benar merasa terkejut atas seruannya untuk meninggalkan penyimpangan-penyimpangan mereka. Reaksi pertama adalah menghujat dan mengutuknya ;
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata;"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amatlah dekat (Rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya). Kaum Tsamud berkata ;"Hai shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami/ dan sesungguhnya kamu betul-betul berada dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami. (QS Hud 61-62).
Sebagian kecil dari kaum Tsamud memenuhi panggilan Nabi Shalih, namun sebagian besar dari mereka tidak menerima apa yang dikatakannya. Penolakan ini terutama dari para pemimpin kaum tersebut dan mereka menempatkan Shalih sebagai musuh terhadap mereka. Mereka mencoba untuk menghalang-halangi dan menekan kaum yang beriman kepada nabi Shalih. Mereka sangat murka terhadap Shalih karena ia menyerukan kepada mereka untuk menyembah Allah. Kemurkaan ini tidak hanya khusus dilakukan kaum Tsamud. Tsamud mengulang kembali kesalahan yang telah dilakukan oleh kaum Nuh dan 'Ad yang telah hidup sebelum mereka. Inilah sebabnya berkenaan dengan ketiga kaum tersebut Al Qur'an menyebutkan ;
Belumkah sampai kepadamu berita-berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) Kaum Nuh, 'Ad dan Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang kepada mereka rasul-rasul (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya kemulutnya (karena kebencian) dan berkata; "Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya". (QS. Ibrahim: 9).
Tanpa mengindahkan peringatan -peringatan Nabi Shalih, orang-orang membiarkan kesangsian menguasai mereka. Namun masih ada sekelompok kecil yang percaya terhadap kenabian shalih dan merekalah orang-orang yang diselamatkan bersama dengan Shalih ketika bencana besar datang. Pemimpin masyarakat tersebut berupaya untuk menekan kelompok yang mempercayai Shalih ;
Pemuka-prmuka yang menyombongkan diri diantara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka; " tahukah kamu bahwa Shalih di utus ( menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab; " Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu yang Shalih diutus untuk menyampaikannya". Orang-orang yang menyombongkan diri berkata;" sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu". (QS. Al-A'raf: 75-76).
Kaum Tsamud melanjutkan kesangsian untuk menghormati Allah dan kenabian shalih, lebih jauh sekelompok orang tertentu secara terang-terangan menyangkalnya. Sekelompok orang diantara yang menolak keimanan -menurut dugaan, dengan Nama Allah - merencanakan untuk membunuh Shalih :
Mereka menjawab; " Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang bersama kamu". Shalih berkata ; "Nasibmu ada pada sisi Allah ( bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu yang diuji". Dan adalah di kota itu sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan. Mereka berkata; "Bersumpahlah kamu dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba bersama keluarganya dimalam hari, kemudian kita katakan kepada warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kematian keluarganya itu, dan sesungguhnya kita adalah orang-orang yang benar". Dan merekapun merencanakan makar dengan sesungguh-sungguhnya dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. (QS. An-Naml: 47-50).
Untuk mengetahui apakah kaumnya akan memamtuhi perintah Allah atau tidak, Shalih menunjukkan kepada mereka seekor unta betina sebagai ujian untuk mengetahui apakah mereka akan mematuhinya atau tidak. Salih berkata kepada kaumnya untuk berbagi air mereka dengan unta betina tersebut dan tidak menyakitinya. Kaumnya menjawab dengan membunuh unta betina tersebut. Dalam surat Ash-Shuara kejadian tersebut disebutkan sebagai berikut:
Kaum Thamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika saudara mereka Shalih, berkata kepada mereka: " Mengapa kamu tidak bertaqwa?. Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertaqwakah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepdamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkkan tinggal di sini (di negeri ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon korma yang manyangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan". Mereka berkata ;" Sesungguhnya kamu adalah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mu'jizat jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar". Shaleh menjawab;" Ini seekor unta betina, ia mempunyai giliran yntuik mendapatkan air dan kamu mempunyai giliran pula untuk mendapatkan air di hari tertentu. Dan jangalah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar. Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menyesal, maka mereka ditimpakan azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. (QS Asy Syu'araa' 141-158).
Perjuangan Nabi Shalih terhadap kaummnya dikisahkan sebagai berikut:
Kaum Thamudpun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mererka berkata; "Bagaimana kita akan mengikuti saja, seorang manusia (biasa) diantara kita ?. Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepdanya di antara kita ?. Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. " kelak mereka akan mengetahui siapakah sebenarnya yang amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Lami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tia-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya gilirannya). Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawanya menangkap (unta itu0 dan membunuhnya. (QS Al Qamar 23-29).
Kenyataan bahwa mereka tidak dilaknat pada saat itu juga, semakin meningkatkan keangkaramurkaan kaum ini. Mereka menyerang Salih dengan mengatakannya sebagai seorang pendusta :
Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata ;" Wahai Shalih, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah).(QS. Al-A'raf: 77)
Allah membuat rencana dan tipu daya terhadap mereka atas ketidakpercayaan mereka, dan Dia menyelamatkan Shalih dari tangan-tangan yang ingin melakukan perbutan keji terhadapnya. Setelah kejadian itu, Shalih yang telah menyampaikan berbagai pesan terhdap kaumnya dengan berbagai jalan dan tetap tak ada seorangpun yang memperhatikannya sebagai pelajaran, Shalih berkata kepada kaumnya bahwa mereka akan dihancurkan dalam waktu tiga hari :
Mereka membunuh unta itu, maka berkatalah Shalih ;" Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan'. ( QS Hud 65).
Cukup sudah, dalam 3 hari kemudian ancaman Shalih menjadi kenyataan dan kaum Tsamud dihancurkan ;
Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam ditempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Thamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Thamud.( QS Hud 67-68)
dikutip dari buku “Bangsa-Bangsa Yang Diadzab” karya Harun Yahya"
dan dilanjutkanlah hafalannya hingga tuntaslah asy-syams
semoga bermanfaat
jazzakallah
wassalammu'alaikum wr. wb
Langganan:
Postingan (Atom)